
Kampanye sesat (Kaset) Android sebenarnya adalah iklan yang dipasang
oleh pemilik aplikasi dan dipercayakan kepada agensi iklan. Ulah agensi
iklan ini yang dalam prakteknya banyak memanfaatkan keawaman
(ketidaktahuan) pengguna Android dan dalam banyak kasus malah
menakut-nakuti user dengan informasi yang tidak benar supaya menginstal
apps yang diiklankannya.
Meski pemilik apps tidak terlibat
secara langsung dalam kampanye sesat yang mempromosikan aplikasi, namun
mereka adalah pihak yang mendanai iklan ini dan seharusnya mengevaluasi
iklan dan metode yang digunakan dalam beriklan.
Jika menemui
bahwa iklan aplikasinya menggunakan metode yang tidak etis dan
menakut-nakuti pengguna Android dengan informasi yang tidak benar,
harusnya pemilik aplikasi menegur atau bahkan berani mengganti agensi
iklan yang melakukan metode kampanye sesat.
Bukannya malah melanjutkan iklan tersebut atau menutup sebelah mata karena iklan kampanye sesat ini memberikan hasil yang besar.
Salah
satu kampanye sesat yang terungkap adalah yang dijalankan oleh Pop Cash
yang kemudian mengarahkan (redirect) pada situs-situs lain yang telah
dipersiapkan seperti myappswall.com, freemobs.com dan reduxmedia.com.
Header site diberi judul yang meyakinkan seperti: (lihat gambar 1)
• Android Warning
• Free Mobile Recharge
• Pembaruan Terkait Sistem!
• System Warning!
• Android Warning
Supaya pengguna percaya dengan kredibilitas situsnya.
Gambar 1: Header situs kampanye sesat yang meyakinkan guna mendapatkan kepercayaan korbannya.
Adapun
aksi yang dilakukan dalam kampanye sesat ini cukup beragam, dari
informasi untuk menggantikan peramban yang ada dengan klaim yang halus
dan kalimat bersayap (lihat gambar 2) seperti:
1. Ponsel menjadi lamban
2. Masa pakai baterai bisa menurun
3. Ponsel mungkin rusak secara total
Kesan
yang ingin ditampilkan dari kalimat bersayap di atas adalah jika masih
menggunakan peramban lama maka ponsel menjadi lambat, masa pakai baterai
'bisa' menurun dan ponsel 'mungkin' rusak secara total. Sebagai
informasi Vaksincom mendapatkan pesan pada gambar 2 di bawah ini pada
saat menggunakan peramban Google Chrome dan Firefox for Android.
Gambar 2: Kampanye sesat dengan kalimat bersayap.
Jika
iklan di atas masih kurang sesat, coba lihat beberapa iklan berikut
yang akan tampil ketika tombol [Back] ditekan. (lihat gambar 3 dan 4)
Gambar 3: Pop up menginformasikan bahwa ponsel terinfeksi 11 virus.
Gambar 4: Kampanye sesat tentang adanya virus.
Gambar
3 menginformasikan bahwa ponsel dalam bahaya karena ada 11 virus
berbahaya dalam perangkat Anda dan mengarahkan untuk memasang Hola
Launcher. Sedangkan ketika tombol [Back] ditekan akan muncul pop up
gambar 4 menginformasikan bahwa perangkat mengandung virus berbahaya
karena penjelajahan situs web dengan konten dewasa.
Jika calon
korbannya masih belum percaya juga maka beberapa pop up dan pesan lain
telah dipersiapkan seperti pada gambar 5 dan 6.
Gambar 5: Kali ini telepon mengandung 3 virus.
Gambar 6:Virus yang menginfeksi adalah Backdoor.AndroidOS.Obad.a.
Kalau
tadi diinformasikan ada 11 virus yang terdeteksi, pop up kali ini
menginformasikan ada 3 virus (gambar 5) dan jika pop up diklik akan
muncul informasi yang konsisten 3 virus yang terdeteksi lengkap dengan
satu nama malware Android yang cukup ngetop di tahun 2013
Backdoor.AndroidOS.Obad.a.
Sebagai informasi, jika Anda mendapatkan peringatan virus, Vaksincom menyarankan untuk melakukan
crosscheck
dengan antivirus yang cukup terpercaya dan jangan mempercayai klaim
adanya virus dari pop up atau iklan yang kebanyakan memiliki kepentingan
mengarahkan Anda menginstal aplikasi.
Jika situs myappswall diakses, terlihat 4 aplikasi yang dipersiapkan untuk ditampilkan (lihat gambar 7).
Gambar 7: Apps yang telah dipersiapkan pada myappswall untuk ditampilkan pada pengakses iklan.
Fakta
tersebut di atas tidak menunjukkan keterlibatan pemilik aplikasi pada
kampanye sesat ini, namun ada baiknya pemilik aplikasi yang memasang
iklan melakukan evaluasi atas cara-cara penampilan iklannya karena
penampilan iklan yang tidak etis dan membodohi konsumen pada jangka
panjang akan memberikan image negatif pada aplikasi/produk yang
dipromosikan.
Bagaimana Menyikapi Kampanye Sesat?
Meskipun
aksinya menyebalkan dan cenderung ngotot alias tidak mau pergi sekali
tampil di perangkat smartphone sekalipun Anda mengklik tombol back
berulang-ulang. Jika Anda menghadapi kampanye sesat, Anda bisa menutup
paksa peramban dengan menggunakan Task Manager:
-. Buka layar
multitasking dengan menekan tombol multitasking (bergambar kotak) pada
smartphone dengan tombol multitasking seperti Nexus atau Xperia. Pada
smartphone tanpa tombol multitasking seperti Galaxy S4 atau HTC One Anda
bisa 'klik dan tahan' atau 'klik ganda' pada tombol [Home].
-.
Lalu pada layar multitasking yang muncul, geser ke kanan/kiri pada
aplikasi peramban yang sedang menampilkan iklan kampanye sesat dan ingin
Anda matikan.
-. Buka kembali peramban Anda dan hindari mengakses situs yang menampilkan iklan tersebut.
-.
Jika Anda sudah menginstal aplikasi yang diiklankan dengan metode
kampanye sesat, Vaksincom tidak menyarankan Anda menggunakan
aplikasi-aplikasi tersebut. Tetapi keputusan akhir ada di tangan Anda,
apakah ingin tetap menggunakan aplikasi tersebut atau menghapusnya dari
perangkat Anda. Semua risiko yang terjadi sepenuhnya menjadi tanggung
jawab Anda.
Related Posts: